Tolitoli – RSUD Mokopido Tolitoli menegaskan strategi penguatan layanan kesehatan dengan menjadikan pelayanan prima dan komitmen antikorupsi sebagai fondasi utama tata kelola rumah sakit.
Langkah ini diposisikan untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan layanan yang efisien, beretika, dan berorientasi pada pasien.
Direktur RSUD Mokopido Tolitoli, dr. Hayyatunnufus, Sp. N.FINA, AIFO-K.M.H.Kes, menilai praktik antikorupsi bukan sekadar agenda administratif, melainkan prasyarat mutu layanan.
“Ketika transparansi ditegakkan dan toleransi terhadap korupsi nol, kualitas pelayanan akan terjaga. Inilah kunci sistem kesehatan yang kuat dan dipercaya,” ujarnya saat ditemui di Tolitoli, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, praktik korupsi berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan mulai dari proses administratif hingga pelayanan medis.
Karena itu, Pelayanan Prima RSUD Mokopido dirancang berjalan seiring dengan penguatan akuntabilitas internal.
“Pelayanan terbaik harus menjadi standar. Kepercayaan pasien dibangun lewat keterbukaan,” kata dia.
Upaya tersebut menempatkan Rumah Sakit Mokopido Tolitoli pada jalur reformasi layanan yang menitikberatkan integritas dan partisipasi publik.
Manajemen rumah sakit membuka ruang kritik dan masukan masyarakat sebagai instrumen evaluasi berkelanjutan untuk perbaikan layanan.
Dengan pendekatan ini, RSUD Mokopido Sulawesi Tengah menargetkan penguatan reputasi sebagai rumah sakit pemerintah yang responsif dan berintegritas.
Fokusnya tidak hanya pada peningkatan mutu klinis, tetapi juga pada tata kelola yang bersih sebagai fondasi pelayanan kesehatan berkelanjutan.
Ke depan, manajemen memastikan kebijakan transparansi akan terus diperluas agar manfaatnya dirasakan langsung oleh pasien dan masyarakat luas menjadikan pelayanan prima bukan sekadar slogan, melainkan praktik sehari-hari.



