DONGGALA

DITINGGAL KONTRAKTOR PROYEK JEMBATAN 15 MILIAR TERBENGKALAI

TRILOGI, PALU – Satu lagi proyek bermasalah yang ditangani pihak Balai Jalan Nasional melalui Satuan Kerja (Satker) SKPD-TP Dinas Pemukimanan dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Provinsi Sulteng untuk Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai Rp15 Miliar.

Proyek tersebut, yakni penggantian jembatan Torate Cs yang dikerjakan oleh PT Mitra Aiyangga Nusantara, dengan nilai harga penawaran sebesar Rp14,9 miliar. Penggantian jembatan tersebut berlokasi di ruas jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Donggala.

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp14,9 itu, sempat dikerjakan oleh kontraktor pelaksana, dan kini proyek tersebut kritis dan terancam terbengkalai akibat ditinggal begitu saja oleh pihak kontraktor. Sejumlah masyarakat yang tinggal berdekatan dilokasi proyek tersebut menginformasikan pekerjaan proyek itu terhenti cukup lama, akibatnya jalur lalulintas terganggu.

“Sudah lama cuman begini terus kondisinya pak sampai sekarang. Belum ada pekerjaan lanjutan pada proyek jembatan itu. Menurut informasi itu katanya kontraktornya sudah kabur,” kata salah seorang warga yang bersedia memberikan informasi kepada Trilogi.co.id belum lama ini.

Proyek penggantian jembatan Torate CS diperkirakan tidak akan selesai tepat waktu sesuai masa kontrak Proyek. Pantauan Trilogi.co.id, belum lama ini, proyek yang menjadi tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK-S02) Koridor ruas jalan Tompe-Dalam Kota-Surumana (Batasa Sulbar), Alirman M Nubi itu sama sekali tidak ada aktivitas dan sepi dari pekerjaan. Meskipun masa berakhir kontrak pekerjaanya akan berakhir pada Oktober 2018.

Kasatker SKPD TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulteng, Rahmuddin Loulembah & PPK – S 02, Alirman M Nubi

Paket penggantian jembatan Torate Cs ini terdiri dari pekerjaan tiga jembatan Box Culvert dengan satu jembatan utama yakni jembatan Torate, dengan menggunakan bentangan beton pracetak. Jembatan Torate ini menjadi pekerjaan utama atau terbesar yang dibaiayai oleh APBN.

Sementara itu Kasatker Balai Jalan Nasional (BPJN) SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulawesi Tengah, Rahmudin Loulemba ketika dikonfirmasi Trilogi.co.id Minggu (09/09/2018) melalui pesan via aplikasi Whatsup di nomor ponsel pribadinya, memilih bungkam terkait dengan persoalan tersebut. Sampai berita ini diterbitkan, bekas PPK Satker BPJN SKPD-TP Dinas Kimpraswil Provinsi Sulteng itu, masih memilih bungkam.

Hasil pantauan dilapangan terdapat kondisi jembatan Box Culvert  saat ini masih berupa galian dan lainnya masih dalam tahap beton cor lantai. Sementara jembatan utama Torate, yang berada tepat di kilometer 70 baru menyelesaikan pekerjaan sumuran. Kesemuanya kini dalam kondisi kritis dan terancam mangkrak.

Sementara itu hasil riset Trilogi.co.id, perusahaan kontruksi PT Mitra Aiyangga Nusantara, dengan NPWP : 02.660.616.0-805.000, berkedudukan di alamat Jalan Kt. Bonto Tangnga II No.4 F berasal di Kota Makasar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada tahun 2015 lalu, perusahaan ini sempat bermasalah dengan mengerjakan gedung renovasi DPRD Kota Makasar Tahun 2015 senilai Rp3.925.030.000 yang juga terbengkalai dan akhirnya dilanjutkan oleh kontraktor dari CV Jaslim Kontruksi.

Penulis : Wahyudi – Wawan Saputra / Trilogi.co.id

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Koran Trilogi - Berdiri diatas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Trilogi.co.id tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun. WWW.TRILOGI.CO.ID

Facebook

Copyright © 2019 Trilogi.co.id All Right ReservedThemetf

To Top