Kapolres Buol AKBP Handri Wira Suriyana, S.I.K pimpin langsung penertiban tambang Emas Ilegal yang berada di sungai tabong, Desa Kokobuka Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Penertiban PETI di sungai tabong tersebut setelah menerima perintah dari Kapolda Sulteng Irjen Pol Drs. Rudy Sufahriadi disela sela mengikuti Wasrik Itwasum Mabes Polri di Polda Sulteng. Jum’at, 8 Juli 2022.

Kapolres Buol Handri Wira Suriyana, S.I.K., yang menerima perintah dari Kapolda Sulteng langsung memimpin tim untuk menuju kawasan hutan lindung yang berada di sungai tabong Buol.

Tim yang terdiri dari gabungan Satuan Reskrim, Samapta, Intelkam, Humas serta melibatkan Tokoh Pemuda Buol Yunus Mantemas bersama beberapa pemuda Buol.

Tim gabungan yang tiba dikawasan sungai tabong pada hari Sabtu, 09 Juli 2022 pagi langsung melakukan Penertiban dan Penindakan atas dugaan Tindak Pidana Pertambangan dan Kehutanan yang terjadi di sungai tabong.

Tim yang melaksanakan tugas selama 3 hari ini berhasil mengamankan barang bukti yang ditemukan ditempat pengolahan tambang emas ilegal serta pengrusakan hutan.

Diketahui penertiban PETI tersebut dilakukan sehari sebelum hari raya Idul Adha 1443 H.

Selanjutnya Tim gabungan langsung melakukan penyisiran terhadap para pelaku tambang emas tanpa ijin dan berhasil menemukan tempat basecamp berupa pondok dengan atap terpal yang sudah dirusak serta menemukan 5 unit alat berat jenis ekskavator dan peralatan yang digunakan untuk kegiatan tambang emas.

Eksavator dan barang bukti yang ditemukan dilokasi PETI sungai Tabong langsung dilakukan olah TKP terhadap hasil temuan tersebut.

“Dari hasil olah TKP ditemukan barang bukti 2 (Dua) unit Eksavator merk Sany SY215C, 1 (Satu) Unit Eksavator Kobelco SK200, 2 (Dua) Unit Eksavator merk Hitachi PC 210F (1 unit dalam keadaan rusak), 5 (Lima) Lembar Karpet, 2 (Dua) Unit mesin Generator, 4 (Empat) Unit mesin Alkon, 3 (Tiga) buah Pipa keong, 3 (Tiga) Buah Pipa, 2 (Dua)Buah Terpal, 15 (Lima belas) Buah Jerigen serta perlengkapan pakaian dan memasak,” Kata Ps. Kasie Humas Ipda Ridwan melalui WhatsApp.

Kemudian pada hari ini Selasa, 12 Juli 2022 dilakukan upaya evakuasi dan penyitaan alat berat Excavator 5 unit akan tetapi 1 unit Eksavator tidak bisa dijalankan sehingga diamankan beberapa sparepart utamanya.

Sedangkan Kapolres Buol AKBP Handri Wira Suriyana menyebutkan bahwa barang bukti 4 unit Eksavator yang kondisi alat baik dilakukan evakuasi ke Polres Buol melalui jalur darat yaitu melalui Toli-Toli menuju Kapolres Buol dengan menggunakan kendaraan tronton.

“Barang bukti alat berat Excavator yang ditemukan di sungai Tabong selanjutnya diamankan dan dibawa ke Polres Buol guna proses hukum lebih lanjut, saat ini keempat Eksavator dalam perjalanan dengan pengawalan serta pengamanan Personel yang terlibat operasi” terang Kapolres AKBP Handri Wira Suriyana.

Lanjut Kapolres AKBP Handri Wira Suriyana menyampaikan bahwa keberadaan tambangĀ  ilegal yang berada di perbatasan Kabupaten Buol – Tolitoli dimana satu-satunya akses masuk melalui wilayah Tolitoli ini perlu dilakukan koordinasi dan kerjasama dengan Instansi terkait baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten.

“Karena lokasi Penambangan Liar tersebut terletak didua Kabupaten maka Pemda Buol maupun Pemda Tolitoli untuk menutup akses masuk peralatan maupun logistik dengan membentuk Tim Gabungan dan Posko Terpadu untuk melakukan Pengawasan secara kontinyu,” ungkap Kapolres AKBP Hendri Wira Suriyana.

“Pemda dan dinas terkait baik dinas lingkungan hidup, dinas pertambangan maupun dinas kehutanan harus lebih pro aktif untuk menjalin komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam bekerjasama agar penambangan liar di wilayah sungai Tabong tidak terjadi lagi, dimana ini merupakan operasi kedua kalinya yang dilakukan oleh Polres Buol,” tambah Kapolres.

Kapolres Buol AKBP Handri Wira Suriyana juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Personel Polres Buol yang telah melaksanakan tugas mulia ini serta pihak yang turut serta membantu.

“Saya mengucapkan terima kasih walaupun Hari raya Idul Adha tahun ini kita berada di tengah hutan untuk melaksanakan tugas, semoga ini bernilai ibadah bagi kita semua dan tetap semangat,” tutup mantan Danyon B Brimobda Polda Kaltim yang baru sekitar dua pekan menjabat sebagai Kapolres Buol