TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

KONTROVERSI TENDER WRANGLER 1,3 MILIAR

MOBIL IMPORT JATAH KETUA DEWAN

PROYEK Pengadaan Mobil Dinas Operasional Lapangan milik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara, diduga terindikasi rasuah. Spesifikasi yang mendetil, untuk proses yang diduga dilakukan secara penunjukan langsung itu, diatur sedemikian rupa untuk memenangkan pihak tertentu. Trilogi.co.id, menyimpulkan ada potensi korupsi pada proses ketika itu.

Ditengah Himpitan ekonomi yang terus bergejolak di kalangan masyarakat Kabupaten Morowali Utara, tak ubahnya membuat sejumlah oknum birokrasi “Nakal” untuk terus berkreasi menggerus keuangan daerah demi kepentingan kelompok dan pribadi. Salah satu contoh lelang proyek mobil dinas operasional lapangan senilai Rp1,3 Miliar lebih itu, untuk jatah ketua DPRD Morowali Utara, Syarifudin Majid yang dianggap justru menghamburkan – hamburkan keuangan daerah ini.

Proses lelang proyek Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, memerlukan perombakan total. Aneka macam “Permainan”  terjadi sehingga sebagian proyek diduga terindikasi rasuah. Meskipun prosesnya dilakukan secara elektronik, namun celah untuk memainkan itu masih terbuka lebar. Bukti terbaru adalah satu paket pengadaan mobil import jenis  Jeep Wragler yang dihelat Sekretariat DPRD Kabupaten Morowali Utara TA 2017 senilai Rp1,318.000.000, itu diduga diakali.

Hasil riset Trilogi.co.id menemukan sejumlah kejanggalan pada proyek pengadaan mobil dinas operasional lapangan milik ketua DPRD Morowali Utara, Syarifudin Majid. Pada tahun 2017 lalu, Sekretariat DPRD Morowali Utara mengadakan proyek pengadaan satu unit mobil improt Jenis Jeep Wringler type sport diesel senilai Rp1,318.000.000, yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Morowali Utara. Pada prosesnya ketika itu, diduga dilakukan tidak melalui proses lelang seperti diamanatkan Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan barang dan jasa.

Anehnya lagi, nilai pagu sebesar Rp1,318.000.000, dan nilai HPS serta nilai kontrak sama nilainya dan tidak ada yang berubah. Tentunya hal itu, menguatkan jika prosesnya dilakukan secara penunjukan langsung oleh sejumlah oknum nakal yang bermain dibelakang layar. Selain itu, untuk mengkadali publik, melalui rekaman laman LPSE Provinsi Sulawesi Tengah, paket pengadaan mobil import ini dibuat melalui SKPD Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang berkedudukan di Kota Palu.

Pada perjalananya ketika itu, PT Kars Inti Amanah (KIA) cabang Palu, perusahaan dieler mobil group Haji Kalla, lantas ditunjuk untuk menjadi kontraktor tunggal sebagai penyedia jasa. Dengan nilai kontrak setara untuk pembangunan sejumlah infrastruktur di pedesaan sebesar Rp1,318.000.000, PT KIA mengadakan satu unit Jeep Wringler  berwarna putih.

Related posts:

Halaman Selanjutnya :“Saya yang kelola LKPPnya pak. Cuman negosiasi di cabang juga pak, tetap...
Komentar
maks. 1000 karakter
    Jadilah yang pertama berkomentar.