TERKINI
Update cepat: berita terbaru tersaji sepanjang hari.

Proyek Strategis Nasional Parigi Moutong Ditetapkan, Aktivis Beri Peringatan !

PARIGI MOUTONG — Penetapan Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE) sebagai Proyek Strategis Nasional Parigi Moutong menuai sorotan.

Sejumlah pihak menilai proyek yang diklaim mengusung konsep industri hijau tersebut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan konflik agraria di Sulawesi Tengah.

Pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, pada Rabu (4/2/2026) menyebut kawasan industri itu akan dikembangkan dengan konsep green industry, memanfaatkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta mendukung hilirisasi baterai kendaraan listrik.

Namun, Dedi Askary, SH, praktisi Business and Human Rights Consulting yang juga Dewan Pendiri sekaligus Direktur pertama LPS-HAM Sulawesi Tengah, serta mantan Ketua Komnas HAM Sulawesi Tengah periode 2006–Juli 2025, mengingatkan agar klaim industri hijau tidak berhenti pada label.

“Konsep industri hijau harus dibuktikan secara menyeluruh. Kerusakan lingkungan bukan hanya soal emisi batu bara, tetapi juga dampak ekologis dari pengolahan nikel, termasuk nikel low grade dari Morowali,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).

Menurut dia, pembangunan kawasan industri seluas 1.000 hektare di Desa Towera, Parigi Moutong, berpotensi mengubah bentang alam dan struktur ekonomi lokal secara permanen.

Ia juga menyoroti rencana pemanfaatan PLTA Banggaiba di Kabupaten Sigi yang dinilai perlu dikaji dampaknya terhadap akses air warga dan ekosistem sungai.

Halaman Selanjutnya :Dedi mengingatkan, dalam sejumlah kasus investasi nikel di Sulawesi Tengah, pertumbuhan industri...