INFRASTRUKTUR

PEMPROV SULTENG KOMITMEN TINGKATKAN JALAN DI DUA KABUPATEN

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya meningkatkan konektivitas wilayah yang indikatornya ditandai dengan kemantapan dan aksebilitas jalan di dua Kabupaten.

Kepala dinas Pekerjaan umum Bina Marga & Penataan Ruang (PU-BMPR) Syaifullah Djafar melalui Kabid Jalan & Jembatan PU-BMPR Provinsi Sulteng, Asbudyanto mengatakan, kemantapan jalan yang menjadi kewenangan Provinsi dapat mendukung aktivitas perekonomian dan pertumbuhan pembangunan di Sulteng.

“Hingga saat ini progresnya sudah plus semua, rata-rata diatas rencana  diatas tiga puluan persen. Untuk Tolitoli tiga puluh persen, watumaeta saya belum cek yang minggu terakhir ini, kalau yang lawanga sudah ngaspal, malahan disana yang lebih cepat,” kata Asbudyanto, kepada Koran Trilogi, Senin 5 Agustus 2019.

Pemerintah saat ini telah meningkatkan ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi di dua kabupaten untuk Tahun Anggaran 2019‎, yakni Kabupaten Poso dan Kabupaten Tolitoli. Menurut Asbudyanto, pemerintah akan terus melakukan peningkatan infrastruktur secara kualitas maupun kuantitas, dengan membuka isolasi demi memberikan konektivitas antar daerah.

Baca Juga : JEMBATAN POPANGA AKAN DIPERBAIKI, JALUR BANGGAI – AMPANA SEGERA PULIH KEMBALI

Dinas PU-BMPR Sulteng terus meningkatkan kemantapan jalan dengan total panjang mencapai 29,4 kilometer  yang membentang  didua Kabupaten Provinsi Sulteng. Peningkatan kondisi jalan itu bertujuan memperlancar konektivitas di dua Kabupaten sehingga diharapkan mengurangi kesenjangan dengan wilayah lain.

Pekerjaan peningkatan ruas jalan Watumaeta – Sanginora, yang berlokasi Kabupaten Poso sepanjang 6,45 Kilometer dengan nilai konntrak  Rp13,904.252.000 yang dikerjakan oleh PT Karya Baru Makmur, didanai oleh APBD Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK-Penugasan).

Baca Juga : 120 PESERTA OPERATOR & MEKANIK ENGINE ALAT BERART IKUT UJI KOMPOTENSI

Kemudian Peningkatan jalan Lawanga – Toyado, Kabupaten Poso sepanjang 12,95 kilometer dengan nilai kontrak  Rp18,148.171.000, yang dikerjakan oleh PT Radjata Membangun Negeri, paket ruas ini juga terintegrasi dengan ruas jalan nasional yang ada di bumi Sintuwu Maroso.

Dan Peningkatan jalan Bilo – Tambun (Batas Kota Tolitoli) di Kabupaten Tolitoli sepanjang 10 Kilometer dengan nilai kontrak Rp26.149.511.000 yang dikerjakan oleh PT Wahana Cipta Lestari. Ketiga paket peningkatan jalan  sepanjang 29,4 kilometer itu, hingga akhir tahun 2019 mendatang sudah berkondisi mantap dengan lebar antara 6,5-7 meter.

“Kontrak akan sesuai target rata-rata semua desember selesai. Sampai hari ini, penangananya  mudah semua, tidak ada kendala.  Kalau untuk ruas Tambun – Bilo itu progresnya sudah clas A sudah, dengan panjang mencapai  empat kilo. Saat ini mereka sisah mengaspal. Rencana lepas lebaran ini, mereka sudah mengaspal,” jelas  Asbudyanto.

Kabid Jalan & Jembatan PU-BMPR Provinsi Sulteng,
Asbudyanto, ST, MSi, saat survei lokasi pekerjaan ruas jalan Watumaeta – Sanginora Kabupaten Poso.

Asbudyanto menjelaskan, pada dasarnya pemerintah Sulteng terus melakukan proses penanganan infrastruktur jalan dan jembatan supaya akses lancar. Terkait peningkatan jalan di dua Kabupaten yang menjadi tanggungjawab Provinsi yakni, jalan Watumaeta – Sanginora, Bilo – Tambun, Lawanga – Toyado, agar masyarakat  yang berlokasi dengan area ketiga proyek tersebut mendukung adanya pelaksanaan kegiatan infrastruktur yang saat ini dikerjakan oleh pemerintah.

“Harapanya mohon semua dukungan  masyarakat agar pekerjaan disana semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada hhambatan. Biasanya yang kita hadapi dilapangan itu kan, bukan masalah tehnik, melainkan masalah social. Ketika masyarakat disana tidak kasih tanahnya untuk pembangunan drainase, kena pelebaran akan menghamabt pelaksanaan dilapanagan. Kalau dapat dukungan masyarakat, saya kira semua pekerjaan akan selesai dengan rencana,” jelas Asbudianto, ketika dihubungi Koran Trilogi.

Diketahui jalur Watumaeta – Sanginora yang berlokasi di Kabupaten Poso, terinitegrasi dengan wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong. Untuk ruas Jalan Lawanga – Toyado yang masih berlokasi di Kabupaten Poso, terintegrasi antara Kabupaten Tojo Una-una dan Kabupaten Luwuk. Sedangkan Ruas Bilo – Tambun merupakan akses yang menghubungkan tiga kabupaten sekaligus, yakni Parigi Moutong, Tolitoli dan Kabupaten Buol.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Koran Trilogi - Berdiri diatas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Trilogi.co.id tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun. WWW.TRILOGI.CO.ID

Facebook

Copyright © 2019 Trilogi.co.id All Right ReservedThemetf

To Top