Incar Investasi Jepang di Sektor Perikanan, Sulteng Target Produksi Vaname 200 Ribu Ton Untuk Industri Maritim

  • Bagikan
Industri Maritim
Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura

Pemerintah Sulawesi Tengah menargetkan produksi udang Vaname 200 ribu ton untuk mengincar peningkatan investasi dari Negara Jepang melalui sektor kelautan perikanan . Selain itu Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Industri Maritim juga direkomendasikan akan di revisi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura dengan menyebut dalam waktu dekat akan membangun kerjasama jasa industri maritim.

“Pengembangan pusat industri maritim di Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut. Termasuk konsulat Jepang untuk sektor perdagangan hasil nelayan,” ungkap Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura, saat rapat paripurna bersama DPRD Sulawesi Tengah, Selasa 6 Juli 2021.

Terkait industri maritim, rekomendasinya melakukan revisi Pergub Sulawesi Tengah nomor 42 Tahun 2017 tentang Pajak Air Permukaan, penyesuaian tarif dan cara perhitungannya.

Melalui rapat paripurna, ia pun menyampaikan dalam waktu dekat akan menandatangi beberapa perjanjian kerjasama lainnya.

“Itu dalam rangka percepatan pemerintahan dan pembangunan di Sulawesi Tengah,” tuturnya.

Ia menyebut, pemanfaatan berbagai potensi kekayaan alam dimiliki Sulawesi Tengah, untuk mengatasi masalah-masalah prioritas.
Contohnya, penanganan covid 19, pemulihan pascabencana 2018, penyelesaian konflik poso, penurunan angka kemiskinan hingga 7 persen dan peningkatan fiskal daerah.

Terkait potensi kekayaan alam, hasil perikanan dan Pengelolaan industri maritim, Gubernur Rusdy Mastura menargetkan produksi udang Sulawesi Tengah sebanyak 200 ribu ton. Ditandai dengan penaburan udang vaname perdana di Parigi Moutong.

“Dengan potensi ini, kita harus mampu memproduksi 200 ribu ton. Kita memiliki garis pantai 6000 Km. Jadi sangat mungkin kita mencapai target itu,” ungkap Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura saat penaburan benur perdana di Parigi Moutong, Minggu 5 Juli 2021.

Saat ini kata dia, pembangunan pembangkit listrik baru sudah harus dipersiapkan untuk memenuhi target produksi udang Sulawesi Tengah. Dan harus mengembangkan Pelabuhan Pantoloan sebagai pelabuhan Eksport.

Ia menambahkan, perusahaan daerah harus memiliki peran besar untuk mengelola potensi produksi udang Sulawesi Tengah.

  • Bagikan
error: Content is protected !!