Proyek Air Bersih Mangkrak, Warga Panca Mukti Mengeluh

  • Bagikan
proyek-air-bersih-mangkrak
Ilustrasi kran air : Ist

Proyek Air Bersih Mangkrak – Proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan (PJP) Desa Panca Mukti, Kecamatan Rio Pakava, dibiarkan tanpa pengerjaan. Hampir sebulan berlalu tidak ada pekerja di lokasi. Padahal proyek tersebut belum tuntas. Terlihat lubang galian jaringan pipa dibiarkan begitu saja.

Warga dusun Lalundu Lima, mulai mengeluh soal proyek air bersih yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten donggala pada Tahun Anggaran (TA) 2020 , hingga kini belum dapat dinikmati masyarakat setempat.

proyek-air-bersih-mangkrak
Ilustrasi Papan Proyek. Foto Facebook Wallet Tweeter

Meskipun pada proyek itu, Pemerintah , melalui Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR telah mengalokasikan anggaran APBD senilai Rp1,9 Miliar. Namun hingga pertengahan tahun 2021 hasilnya belum juga dinikmati warga. Akibatnya masyarakat di kawasan desa tersebut harus gigit jari.

Baru-baru ini seorang warga Dusun Lalundu Lima, Desa Panca Mukti, mencurahkan kekecewaanya kepada Pemerintah Donggala, soal keberlanjutan proyek air bersih yang digarap oleh CV Uqriel Membangun. Dalam laman akun facebook milik Wallet Tweeter menuliskan, bahwa proyek air bersih di Desanya hingga kini dibiarkan terbengkalai.

“Yg terhormat Bapak bupati donggala. To the point, pak bupati ini perusahaan yg membangun intake air bersih yg sampe sekarang pekerjaanya tdk selesai dan tidak beres, ditinggalkan begitu sj, habis di gali kataxa untuk pipa eh malah di tinggal bgt sj sampe lebaran berlalu, sy tidak suka sy keberatan di depan rumah sy desa panca mukti lalundu 5 galian pipa tidak di tutup ulang, menganga menantang langit, sering anak sy umur 3 th jatuh masuk kdlm lubang galian. Yg jelas sampe di tgl 7 Juni 2021 air dari bak yg baru belum nyampe kerumah. Te tau transit dimana. Tolong tolong tolong sy ” tulisnya.

Berdasarkan sejumlah informasi menyebutkan bahwa pada awal bulan Mei lalu, sempat ada pengerjaan dilokasi pembangunan jaringan perpipaan. Namun tak lama kemudian pekerjaan itu terhenti hingga saat ini. Informasi yang dihimpun dari sejumlah rekanan proyek di Donggala menyebutkan, jika proyek tersebut telah di putus kontrak.

Sampai berita ini diterbitkan Pemerintah kabupaten Donggala melalui dinas PUPR Bidang Cipta Karya, dan Direktur CV Uqriel Membangun, Dadang Bachmid alias Uki, belum dapat dikonfirmasi terkait dengan mangkraknya proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler TA 2020.

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!