PEMPROV SULTENG BANGUN KOLAM CONTOH IKAN AIR TAWAR DI SIGI

  • Bagikan

Pemerintah provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan & Perikanan (DKP) bantu petani dengan membangun kolam contoh ikan air tawar, di Kabupaten Sigi, pasca pulih dari bencana yang terjadi 28 September lalu.

Sebelumnya sebagian besar para petani kolam ikan air tawar mengalami kekeringan karena water table atau permukaan air tanah turun setelah terdampak bencana gempa pada September lalu sekaligus berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat di Sigi.

Kadis DKP Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Ir Hasanuddin Atjo, Mp berjabat tangan dengan masyarakat. Foto Dok DKP to Koran Trilogi

Kepala dinas DKP provinsi Sulawesi Tengah Dr Ir Hasanuddin Atjo MP, mengatakan untuk memulihkan ekonomi masyarakat petani ikan air tawar di Sigi, Pemerintah provinsi Sulteng membangun kolam contoh ikan air tawar dengan system hemat air.

Metode ini, kata dia, kolam contoh itu akan dilapisi plastik dan menggunakan kincir mini. Inovasi itu diharapkan, nantinya dapat kembali meningkatkan taraf produksi dan ketersediaan ikan air tawar sekaligus menambah penghasilan buat masyarakat.

“Direncanakan di lokasi Hunian Tetap (Huntap) akan dibangun kolam contoh dengan teknologi hemat air yang akan di tebar dengan jenis ikan nila dan ikan mas. Namun dominan nila, karena penggemar lebih banyak” kata Hasanuddin Atjo, ketika dikonfirmasi Koran Triologi, Jumat 5 Juli 2019.

Hingga saat ini, tambah Hasanuddin Atjo, kondisi kolam yang dibangun dengan 15x30x1,5 meter tersebut tinggal proses finishing. Nantinya kolam itu akan dilapisi terpal Orchid (Ex Korea) dengan daya tahan mencapai 3-4 tahun dan volume air berkapasitas 600 kubik dengan tahapan produksi rata-rata 1,2 – 1,3 ton persekali panen.

“Ini merupakan tempat percontohan dengan sudah pakai kincir mini. Harapanya masyarakat lainnya bisa melihat dan belajar kemudia program bantuan lainnya bisa mencontoh , dengan lembaga keuangan dapat mempertimbangkan sebagai peluang bisnis pasca bencana” harapnya.

Penulis : Elkana L / Koran Trilogi

Editor : Wahyudi

  • Bagikan
error: Content is protected !!