PEMKAB SIGI OPTIMAL TANGANI BANJIR

  • Bagikan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya mengurai persoalan banjir yang masih menjadi momok sebagian masyarakat. Mulai pembangunan tanggul. Melakukan normalisasi Sungai beberapa titik, memulihkan infrastruktur jalan dan perbaikan secara darurat dua unit jembatan yang ambelas akibat dampak dari banjir.

Namun intensitas hujan yang cukup tinggi sepekan terakhir, masih menyisakan banjir di sejumlah titik. Seperti di Kecamatan Dolo Selatan, Kecamatan Kulawi, Kecamatan Dolo dan Kecamatan Sigi Biromaru. Setidaknya ada beberapa desa di empat Kecamatan terdampak. Menggenangi rumah warga, persawaan, rumah sakit, dan infrastruktur jalan dan jembatan rusak berat. Kondisi tersebut juga memaksa ratusan warga dibeberapa desa yang terdampak banjir mengungsi dititik lokasi yang telah disiapkan oleh pemerintah Sigi.

Dampak banjir juga turut merusak dua unit jembatan permanen milik Pemkab Sigi yang terletak di dua Kecamatan, yakni jembatan II Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru dan jembatan Watubula, Kecamatan Dolo. Kedua jembatan mengalami rusak berat, akibat dihantam banjir yang membawa material batu dan batang pohon.

Akibatnya arus lalulintas sempat putus. Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas PUPR, cepat merespon dan menangani kerusakan itu. Untuk jembatan II Pombewe yang menghubungkan desa Oloboju, telah ditangani secara darurat sehingga kendaraan kembali berjalan normal.

Sedangkan untuk jembatan Watubula yang ambelas pada bagian oprit, dinas PUPR Sigi telah menangani dengan cara merehabilitasi untuk mengembalikan kondisi jembatan semula dengan cara melakukan penimbunan material dibagian penghubung jalan dan jembatan.

“Iya Scoring, tapi sementara ditangani. Ini sementara mobilisasi bahan. Untuk jembatan Watubula, jenis penanganan rehabilitasi ke kondisi semula dengn perbaikan oprit yang tergerus” tulis Edhy Kabid jalan dan jembatan Dinas PUPR Kabupaten Sigi, kepada Koran Trilogi Minggu malam.

Edhy menambahkan, Pemkab Sigi melalui Bupati telah mengintruksikan ke beberapa OPD khususnya dinas PUPR agar selalu siap siaga terhadap bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Kondisi jalan dan jembatan harus terus kita jaga. Jadi kesimpulanya Bupati Sigi sudah memerintahkan PU Sigi untuk merehabilitasi jembatan yang mengalami kerusakan dibeberapa ruas yang mengakibatkan akses trasnportasi terganggu,” jelasnya.

Penanganan perbaikan kedua jembatan itu, tambah Edhy, dinas PUPR Sigi mengerahkan beberapa unit alat berat dan armada dum truk di dua lokasi berbeda sekaligus untuk memulihkan jalur lalulintas agar kembali normal. Hingga berita ini diturunkan, dinas PUPR Sigi masih terus berkerja untuk melakukan penimbunan pada bagian oprit jembatan Watubula.

“Amada 2 unit excavator untuk pekerjaan tanah. 5 unit dump truk dan beberapa kelompok tukan pekerja. Semua bencana di Sigi dalam penanganan Pemda selalu tanggap, yang terbaru Oloboju dan Torabelo di gas kurang dari 12 jam” tutupnya.

BUPATI TINJAU LANGSUNG LOKASI BANJIR

Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapata pun tak tinggal diam. Orang nomor satu di Kabupaten Sigi itu langsung terjun ke lokasi banjir. Melihat kondisi secara langsung dan menengok warganya yang terdampak banjir. Bupati juga memberi bantuan logistik. Memastikan korban banjir mendapat jaminan kebutuhan selama mengungsi.

Bupati Irwan telah menurunkan tim reaksi cepat dan Tagana kelokasi bencana untuk membantu warga mengevakuasi korban maupun warga yang terdampak ketempat pengungsian, dia juga sudah menurunkan alat berat kelokasi banjir.

Kondisi terkini banjir bandang yang terjadi pada Jumat 11 Juli 2020 lalu, di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi mengakibatkan sebanyak 15 jiwa terpaksa mengungsi dan satu orang dilarikan ke rumah sakit akibat terseret arus.

Hal itu dikarenakan banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Wuno setelah diguyur hujan selama dua hari, yang menyebabkan tiga rumah hanyut dan dua rusak berat. Bencana banjir yang terjadi itu, juga mengakibatkan irigasi pertanian jebol karena tak mampu menahan arus kencang dengan debit air yang tinggi. Bukan hanya itu, kawasan perkebunan warga seluas 5 hektar juga tertimbun pasir berlumpur yang mengakibatkan sebagian petani bawang di Desa Oloboju gagal panen.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

  • Bagikan
error: Content is protected !!