KABAR SULAWESI TENGAH

PERCEPAT PEMULIHAN KONDISI BANGUNAN RUSAK MELALUI PROGRAM RISHA

Untuk mewujudkan program rehabilitasi dan rekontruksi masayarakat dan permukiman dalam mempercepat pemulihan kondisi bangunan yang rusak akibat bencana alam, dinas Pekerjaan Umum Bina Marga & Penataan Ruang (PU-BMPR) Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Bidang Bina Kontruksi memfasilitasi sebanyak 80 orang Fasilitator Lapangan (FL) untuk syarat menjadi aplikator & 1.999 orang untuk tenaga terampil yang bersertifikat Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA).

Caranya dengan memberikan pembinaan kompotensi dan pelatihan kontruksi bagi para FL sebagai tenaga yang bersertifikat RISHA untuk diterjunkan melakukan pembangunan rumah di lokasi bencana.

Selain para FL itu, sebanyak 1.999 orang tenaga terampil juga mendapat pelatihan oleh Bidang Bina Kontruksi Provinsi Sulawesi Tengah.

Kabid Bina Kontruksi, Dinas PU-BMPR Provinsi Sulawesi Tengah, Agus Nainsahabat.
Dok foto : ist.

“ Memang konstribusi Bina Konstruksi tidak menyentuh langsung ke masyarakat karna bentuknya non fisik. Bina Konstruksi tupoksinya untuk memberdayakan tenaga kerja, baik tenaga Pengguna, pengawas, ahli atau terampil yang berkualitas dalam.bentuk pelatihan-pelatihan dan fasilitasi sertifikasi ” Kata Kabid Bina Kontruksi, Agus Nainsahabat, kepada Koran Trilogi, Senin 24 Februari 2020.

Untuk mewujudkan program rehabilitasi & rekontruksi pascabencana berbasis permukiman, kata Agus, pembangunan sumber daya manusia melalui pembinaan kompotensi diperlukan untuk menjadi motor pembangunan dalam pelaksanaan kontruksi dilapangan yang memiliki pengetahuan serta attitude yang baik.

Selain itu, para FL yang menjadi aplikator dan tenaga terampil yang sudah bersertifikat RISHA itu nantinya mampu menerapkan ilmunya dalam melaksanakan pembangunan rumah tahan gempa dan solusi membangun rumah dengan cepat sebagai penerapan program pemerintah sebagai teknologi untuk wilayah bencana.

Hal ini, tambah Agus, jika teknologi menggunakan RISHA, banyak peran yang bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat dan teknologinya bisa langsung diterapkan dan ditularkan kepada masyarakat.

“ Untuk yang berhubungan dengan bencana, kami memfasilitasi seingat sy sekitar 80-an orang, kalau tenaga terampil sekitar 1.999 orang untuk tahun kemarin. Data lengkapnya ada dikantor. Kan sekarang salah satu syarat utuk jadi aplikator Rumah RISHA harus mempunyai tenaga yang bersertifikat ” bebernya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah mengembangkan rumah tahan gempa melalui teknologi Risha dalam program rehabilitasi & rekonstruksi fasilitas publik dan rumah untuk mempercepat pemulihan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pasca-gempa di Palu, Sigi dan Donggala.

Pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan untuk dana stimulan bagi korban bencana alam untuk kondisi rusak berat senilai Rp 50 juta untuk setiap kepala keluarga dan akan dilakukan dengan sistem swakelola untuk membangun rumah tahan gempa.

Hal ini sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa melalui penerapan program teknologi RISHA.

Penulis : Wahyudi / Koran Trilogi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Koran Trilogi - Berdiri diatas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Trilogi.co.id tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun. WWW.TRILOGI.CO.ID

Facebook

Copyright © 2019 Trilogi.co.id All Right ReservedThemetf

To Top