KABAR SULAWESI TENGAH

DJAYANI NURDIN : KONSEP PEMIKIRAN HASANUDDIN ATJO, TOL TAMBU-KASIMBAR & BATERAI LITHIUM PERLU DIAPRESIASI

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako (Untad) Palu Prof. Dr Djayani Nurdin mengatakan konsep Tol Tambu-Kasimbar dan bateray Lithium di Kabupaten Morowali yang merupakan buah pemikiran Dr Hasanuddin Atjo MP selaku Kepala Bappeda Sulawesi Tengah perlu diapresiasi untuk Sulawesi Tengah mengalami loncatan.

“Saya tidak begitu kenal dan belum pernah bertemu muka dengan pak Hasanuddin Atjo namun dari beberapa tulisannya di Medsos, saya kira perlu diapresiasi. Karena buah pikiran mantan Kadis Kelautan Perikanan Sulteng ini sangat menarik dan bermanfaat bagi kemajuan Sulteng” kata Nurdin Djayani kepada Koran Trilogi Rabu 23 Agustus 2019.

Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi
Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, M.Si

Banyak gagasan Dr Hasanuddin Atjo, kata Djayani jika itu diwujudkan membuat perekonomian Sulteng akan banyak mengalami kemajuan. Seperti membangun jalan Tol Tambu-Kasimbar. Itu gagasan sangat cerdas karena angkutan barang dari Selat Makassar akan bisa cepat dibawa masuk ke Teluk Tomini dan ke Laut Cina.

“Dari segi ekonomi sangat menguntungkan Sulawesi Tengah. Dan angkutan barang dari Kawasan Timur tidak lagi memutar jauh jika menggunakan Tol Tambu-Kasimbar yang jarak dekat ke Ibukota baru RI di Kalimantan Timur” kata mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad Palu.

Nurdin Djayani menjelaskan kehadiran industri bateray Lithium di Morowali akan membawa azas manfaat akan bisa menyerab tenaga kerja cukup besar dari sebahagian besar warga Sulteng lebih khusus daerah sekitar Morowali. Tentunya memberikan dampak untuk menekan angka pengangguran, kemisikinan didaerah ini.

“Untuk mengawal konsep ini terwujud, tentunya dibutuhkan pemimpin daerah Sulteng yang mampu dengan terobosan. Mengapa,? Agar masyarakat merasakan dampak dari kemajuan pertumbuhan ekonomi daerahnya” jelasnya.

Guru Besar Fekon Untad Palu ini menilai era menuju industri 4.O dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul , Indonesia maju. Karena itu yang jadi pemimpin Sulteng tidak perlu lagi memilih dengan cara kedekatan,namun tidak miliki konsep atau gagasan.

“Siapapun figur yang akan maju sebagai kandidat Gubernur Sulteng di Pilkada tahun 2020 harus miliki konsep atau gagasan yang mampu membawa daerah ini mengalami banyak kemajuan terutama pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan rakyatnya” ungkapnya.

Penulis : Elkana L / Koran Trilogi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Koran Trilogi - Berdiri diatas dan untuk semua golongan, serta non-partisan. Trilogi.co.id tidak bekerja untuk kepentingan politik mana pun. WWW.TRILOGI.CO.ID

Facebook

Copyright © 2019 Trilogi.co.id All Right ReservedThemetf

To Top